Almond: Sumber Protein Nabati dan Vitamin E yang Jadi Favorit Ahli Gizi
Bahwa almond hampir tidak ada tandingannya ketika berbicara soal nutrisi, fleksibilitas, dan manfaat kesehatan dalam satu paket pernah dikatakan oleh ahli gizi Janelle Bober. Banyak kebutuhan nutrisi harian yang penting bagi tubuh terutama bagi orang-orang yang mencari sumber protein nabati yang lebih sehat mampu diberikan oleh almond. Rekomendasi profesional gizi lainnya juga sejalan dengan saran ini.
Hal serupa diungkapkan oleh Mara Burroughs, seorang ahli gizi lainnya. Karena manfaatnya yang begitu banyak, almond dianggap sebagai kacang favorit olehnya. Pemenuhan kebutuhan nutrisi harian bisa dibantu oleh almond tanpa membuat seseorang merasa terbebani. Almond selalu dijadikan pilihan yang aman baik untuk diet penurunan berat badan, menjaga kesehatan jantung, atau sekadar mencari camilan sehat yang mengenyangkan.
Karena profil nutrisinya yang unggul, alasan utama kenapa almond begitu disukai para ahli gizi ditunjukkan oleh makanan ini. Sebagai sumber protein nabati yang cukup tinggi dibandingkan kacang pohon lainnya, almond dikenal luas. Terdapat kurang lebih 6 gram protein dalam satu porsi 1 ons (sekitar 23 butir almond). Angka ini dibandingkan jenis kacang lain seperti mete atau kenari dinilai lebih tinggi. Jadi, opsi yang menarik bisa dijadikan almond untuk kamu yang sedang mencari pengganti protein hewani.
Kandungan serat yang tinggi juga dimiliki almond selain protein. Untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan, tubuh sangat membutuhkan nutrisi penting berupa serat. Bahwa masalah seperti sembelit, perut kembung, atau pencernaan lambat sering tidak disadari oleh banyak orang dapat diatasi hanya dengan menambahkan lebih banyak serat dalam menu harian. Masalah tersebut bisa diatasi oleh almond. Peningkatan jumlah bakteri baik di usus yang kemudian mendukung kesehatan pencernaan secara keseluruhan ditunjukkan oleh beberapa penelitian sebagai hasil dari konsumsi almond secara rutin.
Dengan kandungan lemak tak jenuh yang menyehatkan jantung, almond juga terkenal. Risiko penyakit jantung sering dikaitkan dengan lemak trans atau lemak jenuh, tetapi lemak tak jenuh ini tidak termasuk di dalamnya. Kolesterol jahat (LDL) mampu diturunkan oleh lemak sehat dalam almond dan kolesterol baik (HDL) sekaligus dapat ditingkatkan. Konsumsi almond disarankan oleh banyak ahli sebagai bagian dari diet sehat bagi penderita risiko penyakit jantung.
Kandungan vitamin E yang sangat tinggi juga dimiliki almond selain lemak sehat. Sebagai antioksidan kuat yang berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif, vitamin E dikenal luas. Ketika tubuh terpapar polusi, radikal bebas, makanan tidak sehat, atau stres berkepanjangan, proses stres oksidatif ini terjadi. Perlindungan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan tinggi vitamin E seperti almond. Risiko lebih rendah terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung dan gangguan kulit ditunjukkan oleh beberapa studi pada orang yang rutin mengonsumsi vitamin E.
Perhatian khusus juga patut diberikan pada kandungan magnesium dalam almond. Sebagai mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan tekanan darah, mengatur kadar gula darah, serta mendukung fungsi saraf dan otot, magnesium berperan besar. Terjadi banyak kasus tekanan darah tinggi atau gula darah tidak stabil karena tubuh kekurangan magnesium. Salah satu cara praktis untuk mencukupi kebutuhan mineral ini secara alami adalah dengan mengonsumsi almond.
Karena fleksibilitasnya dalam berbagai menu makanan, daya tarik almond tidak hanya berasal dari nutrisinya saja. Almond sering dimanfaatkan sebagai topping untuk smoothie bowl, oatmeal, hingga salad oleh ahli gizi Dawn Jackson Blatner. Tekstur renyah ditambahkan oleh almond menurutnya, dan tambahan nutrisi diberikan tanpa mengubah rasa makanan secara signifikan.
Cara unik mengonsumsi almond juga dimiliki oleh Janelle Bober. Kacang pinus sering digantinya dengan almond saat pesto dibuat olehnya. Tekstur pesto menjadi lebih kaya, aromanya tetap lezat, dan harganya lebih ramah di kantong karena kacang pinus cenderung mahal dihasilkan oleh cara tersebut. Selain itu, pesto terasa lebih creamy dan gurih berkat teksturnya.
Ke dalam smoothie, almond juga sering ditambahkan oleh Mara Burroughs. Bahwa almond dapat menambah rasa kacang yang lembut dan membuat smoothie terasa lebih creamy, diungkapkannya. Nilai gizi smoothie bisa ditingkatkan dengan cara ini tanpa perlu menambahkan susu atau bahan tambahan lainnya. Trik sederhana untuk membuat smoothie buah atau sayur lebih bernutrisi dapat dilakukan oleh kamu dengan menambahkan beberapa butir almond.
Dengan berbagai makanan manis maupun gurih, almond juga cocok dipadukan. Almond sering dinikmati oleh banyak orang bersama buah segar atau keju sebagai camilan yang mengenyangkan. Rasa lapar bisa ditahan lebih lama oleh almond karena kombinasi antara lemak sehat, serat, dan protein, sehingga sebagai camilan untuk diet sangat cocok. Alternatif camilan manis yang lebih sehat sering diciptakan dengan memadukan almond dan beberapa keping cokelat hitam. Antioksidan kaya dimiliki cokelat hitam, sementara tekstur dan nutrisi tambahan diberikan oleh almond.
Sebagai salah satu kacang terbaik untuk kesehatan, almond patut disebut dengan segala manfaat dan fleksibilitasnya. Mudah dibawa dan dikonsumsi kapan saja tidak hanya dimiliki almond, tetapi juga kandungan nutrisinya sangat mendukung gaya hidup sehat. Langsung dimakan, dijadikan topping, dicampur dalam smoothie, atau diolah menjadi berbagai resep, nilai tambah selalu diberikan oleh almond.
Masuk ke dalam daftar makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi secara rutin, almond selalu dilakukan oleh para ahli gizi. Paket lengkap dalam bentuk kecil benar-benar ditunjukkan oleh almond dengan protein nabati yang tinggi, vitamin E yang melimpah, lemak sehat yang bermanfaat, serta kandungan serat dan magnesium yang membantu fungsi tubuh.
Posting Komentar untuk "Almond: Sumber Protein Nabati dan Vitamin E yang Jadi Favorit Ahli Gizi"